March 2009
Monthly Archive
Monthly Archive
Posted by admin on 09 Mar 2009 | Tagged as: Uncategorized
Tanggal 9 Maret 2009, bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal 1429 H adalah hari kelahiran (maulid) teladan umat Islam, Nabi Besar Muhammad SAW. Sebagai teladan, Muhammad telah memberikan contoh-contoh kepada umatnya mulai dari kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat sampai dengan kehidupan berkeluarga. Dan sesunguhnya Dia (Muhammad) menjadi suri teladan bagi orang-orang yang mengharapkan hari akhir. Kesederhanaannya sebagai pemimpin telah menjauhkan dirinya dari keserakahan jabatan. Bahkan Muhammad tidak perna memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Salah satu hadits yang? terkenal adalah ucapannya yang secara tegas akan menegakkan hukum sekalipun terhadap keluarganya, “Seandainya saja Fatimah binti Muhammad mencuri, maka aku akan memotong tangannya sendiri”. Ucapan ini jelas menunjukkan bahwa bagi Muhammad sebagai pemimpinhukum berlaku bagi semua warga dan tidak ada yang kebal terhadap hukum.
Menjelang pemilu tanggal 9 April 2009 ini, tampaknya keteladanan Muhammad harus menjadi visi dan semangat bagi para calon legislatif. Jangan gunakan jabatan sebagai media untuk memperkaya diri sendiri. Menjadi wakil rakyat adalah amanah yang berat. Tidak saja karena jabatan itu ditujukan untuk memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi rakyat, tetapi karena amanah itu harus dijaga dari penyalahgunaannya untuk kepentingan dirinya dan keluarganya. Kepada para calon wakil rakyat, saya mengingatkan akan amanah yang akan harus dipikul. Selamat berkampanye.
Posted by admin on 05 Mar 2009 | Tagged as: Uncategorized
Para elite politik, khususnya para caleg dan capres/cawapres, sudah mulai lagi mengobral janji menjelang pemilu. Kesalahan partai politik dan elite politik selalu berulang, hanya merebut hati rakyat jika membutuhkan. Dalam kamus politik demokrasi modern, sesunguhnya kampanye partai politik harus bersifat sepanjang zaman, bukan hanya menjelang pemiliu. Partai politik dan anggota-anggota dewan harus mewujudkan janjinya selama lima tahun. Sayangnya kecerdasan masyarakat untuk menilai perwujudan janji-janji tersebut masih sangat terbatas. Sehingga tidak tampak mana partai politik dan anggota dewan yang benar-benar telah mewujudkan janji-janji kampanye lima tahun lalu. Sebaliknya yang terjadi adalah penyesatan-penyesatan hasil pembangunan. Seharusnya masyarakat disuguhkan berbagai persoalan yang dihadapi dan upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan ke dapan. Tentu saja dengan berbagai indikator keberhasilan dan indikator kegagalan. Masalahnya memang terletak pada tingkat kecerdasan dan pengetahuan masyarakat yang masih sangat rendah. Karena itulah, kepada partai politik dan para calon pemimpin bangsa lakukanlah fungsi pendidikan politik kepada rakyat yang mencerdaskan. Jangan jadikan rakyat sebagai pemilih yang bodoh. Selamat berkampanye.