Para elite politik, khususnya para caleg dan capres/cawapres, sudah mulai lagi mengobral janji menjelang pemilu. Kesalahan partai politik dan elite politik selalu berulang, hanya merebut hati rakyat jika membutuhkan. Dalam kamus politik demokrasi modern, sesunguhnya kampanye partai politik harus bersifat sepanjang zaman, bukan hanya menjelang pemiliu. Partai politik dan anggota-anggota dewan harus mewujudkan janjinya selama lima tahun. Sayangnya kecerdasan masyarakat untuk menilai perwujudan janji-janji tersebut masih sangat terbatas. Sehingga tidak tampak mana partai politik dan anggota dewan yang benar-benar telah mewujudkan janji-janji kampanye lima tahun lalu. Sebaliknya yang terjadi adalah penyesatan-penyesatan hasil pembangunan. Seharusnya masyarakat disuguhkan berbagai persoalan yang dihadapi dan upaya-upaya yang telah dilakukan dan akan dilakukan ke dapan. Tentu saja dengan berbagai indikator keberhasilan dan indikator kegagalan. Masalahnya memang terletak pada tingkat kecerdasan dan pengetahuan masyarakat yang masih sangat rendah. Karena itulah, kepada partai politik dan para calon pemimpin bangsa lakukanlah fungsi pendidikan politik kepada rakyat yang mencerdaskan. Jangan jadikan rakyat sebagai pemilih yang bodoh. Selamat berkampanye.